Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas,
selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks.
Lumba-lumba juga memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk
berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan.
Ciri-ciri habitat/lingkungan hidup :
Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama.
Lobster
air tawar merupakan spesies yang tidak memiliki tulang dalam (internal
skeleton), tetapi seluruh permukaan tubuh dan organ luarnya terbungkus
cangkang (externalskeleton).
Proses pembentukan cangkang lobster :
Proses pembentukan cangkang lobster :
Membutuhkan
bahan berupa kalsium dan terjadi setelah proses pergantian semua
cangkang berlangsung secara (molting).
Berkaitan
dengan pembentukan cangkang, lobster air tawar memunculkan perilaku
yang dikenal dengan istilah gastrolisasi. Gastrolisasi berlangsung saat
pergantian cangkang akan terjadi, yakni kalsium yang berasal dari sumber
pakan yang dikonsumsi, air yang diserap, dan kalsium hasil kanibal akan
ditampung, kemudian ditumpuk didalam bagian depan lambung, sehingga
membentuk lempengan bulat berwarna putih susu yang dikenal dengan nama
gastrolith.
Bintang Laut
Bintang Laut, walaupun dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish (ikan bintang), hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan.
Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan.
Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan.
Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan
menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan.
Gurita
Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala), ordo Octopoda dengan terumbu karang di samudra sebagai habitat utama.
Bentuk Fisik
Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel)
dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang
digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan
gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi. Paruh
adalah bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai rahang
untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil.
Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan.
Reproduksi
Gurita jantan bereproduksi dengan meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga mantel gurita betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan kanan ketiga biasanya menjadi hectocotylus, gurita betina bisa menjaga sperma agar tetap hidup sampai telur menjadi
matang. Setelah dibuahi, gurita betina bisa bertelur hingga sekitar
200.000 butir. Jumlah telur gurita bisa berbeda-beda bergantung pada
masing-masing individu, familia, genus atau spesies.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar