
Burung Elang
Burung yang berukuran besar, dengan panjang (dari paruh hingga ujung ekor) sekitar 70 cm. Sayap dan ekornya panjang, sehingga burung ini tampak sangat besar bilamana terbang. Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali kaki dan sera (pangkal paruh) yang berwarna kuning. Sebetulnya terdapat pola pucat di pangkal bulu-bulu primer pada sayap dan garis-garis samar di ekor yang bisa terlihat ketika burung ini terbang melayang, namun umumnya tak begitu mudah teramati. Jantan dan betina berwarna dan berukuran sama.
Burung yang berukuran besar, dengan panjang (dari paruh hingga ujung ekor) sekitar 70 cm. Sayap dan ekornya panjang, sehingga burung ini tampak sangat besar bilamana terbang. Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali kaki dan sera (pangkal paruh) yang berwarna kuning. Sebetulnya terdapat pola pucat di pangkal bulu-bulu primer pada sayap dan garis-garis samar di ekor yang bisa terlihat ketika burung ini terbang melayang, namun umumnya tak begitu mudah teramati. Jantan dan betina berwarna dan berukuran sama.
Terdapat 2 pose terbang, saat gliding (meluncur) dan soaring
(mengintai). Saat gliding bulu paling ujung menekuk kedalam, dan saat
soaring bulu ini terbentang dan terlihat menyamping. Bunyi meratap berulang-ulang, biasanya disuarakan sambil terbang tinggi berputar-putar,
Burung ini hidup memangsa aneka jenis mamalia kecil, kadal, burung dan terutama telur,
elang hitam dikenal sebagai burung perampok sarang. Melayang indah,
burung ini kerap teramati terbang berpasangan di sisi bukit atau lereng
gunung yang berhutan.
Bangau adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Badan berukuran besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal.
Bangau bisa dijumpai di daerah beriklim hangat. Habitat di daerah yang lebih kering dibandingkan burung Kuntul dan Ibis. Makanan berupa Katak, ikan, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil dari lahan basah dan pantai.
Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan.
Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar dan hutan sekunder. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman
dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali
berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan
jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain.
(nama ilmiah: Paradisaea rubra) adalah burung Cenderawasih berukuran sedang dari marga Paradisaea.
Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning. Burung
jantan dewasa berukuran sekitar 72 cm yang termasuk bulu-bulu hiasan
berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi
perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud
gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin
ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung
jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu
hiasan.
Cenderawasih merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.
Cenderawasih merah adalah spesial yang bersifat poligami.
Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan
bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina
dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan
mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cenderawasih Merah terdiri
dari buah-buahan dan aneka serangga.
Capung atau sibar-sibar dan Capung Jarum adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Kedua macam serangga ini jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.), kasasiur (bjn), tjapung
Capung (subordo Anisoptera) relatif mudah dibedakan dari capung jarum
(subordo Zygoptera). Capung umumnya bertubuh relatif besar dan hinggap
dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping. Sedangkan capung jarum
umumnya bertubuh kecil (meskipun ada beberapa jenis yang agak besar),
memiliki abdomen yang kurus ramping mirip jarum, dan hinggap dengan sayap-sayap tertutup, tegak menyatu di atas punggungnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar